The Internal Audit Professional Training & Development Center

info@ypia.co.id .
021-7985555 .
L'Avenue Office Tower - Lt.17 Jl. Raya Pasar Minggu Kav.16, JKT 12780
  • Home
  • /
  • Fordis Pebruari 2020

Fordis Pebruari 2020

JEBAKAN MENTAL AUDITOR INTERNAL

.

Oleh: HW (Internal Auditor)

Pernah merasa terperangkap dalam jebakan mental? Terlalu banyak berpikir dalam cara yang salah dapat menghambat layanan auditor internal kepada klien. “Jebakan mental adalah kebiasaan cara berpikir yang mengganggu efektivitas hidup kita, menghabiskan banyak waktu kita, dan menghabiskan energi kita, tanpa mencapai apa pun yang cukup bernilai,” kata mantan profesor filsafat dan psikologi Universitas Toronto, André Kukla.

Heru Widagdo

Auditor tanpa disadari dapat jatuh ke dalam perangkap mental dan “berputar-putar” di suatu titik dalam siklus penugasan audit. Menyadari perangkap ini dan belajar bagaimana mengatasinya akan membantu auditor menjadi lebih baik dalam melaksanakan tugas, mengurangi upaya yang tidak diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, dan memberikan nilai tambah lebih besar kepada klien. Di antara sekian banyak perangkap mental yang sering dijumpai orang, sembilan yang paling relevan bagi auditor internal adalah: kegigihan (persistence), penguatan berlebihan (amplification), fiksasi (fixation), pembalikan arah (reversion), antisipasi (anticipation), penundaan (procrastination), percepatan (acceleration), resistensi (resistance), dan pembagian pekerjaan (division).   Auditor internal harus aware akan jebakan mental dan kebiasaan salah ini dan mengambil langkah proaktif untuk mengelolanya agar dapat melaksanakan tugas audit secara efektif.

Jebakan mental tersebut ini berhubungan dengan empat kesalahan yang berkaitan dengan melakukan pekerjaan, yaitu: Melakukan terlalu banyak atau terlalu sedikit, atau memulai atau menyelesaikan tugas terlalu cepat atau terlalu terlambat. Auditor internal harus aware akan jebakan mental dan kebiasaan salah ini dan mengambil langkah proaktif untuk mengelolanya agar dapat melaksanakan tugas audit secara efektif.

.

.

.