YPIA-BALI, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo  menyampaikan sebuah formula bagaimana strategi yang dilakukan BPJS dalam menghadapi perubahan digital yang ia sampaikan dalam SNIA 2021, Rabu (1/12).

Pada SNIA 2021 (Seminar Nasional Internal Audit) yang diselenggarakan pada tanggal 1-2 Desember di The Mulia Hotel, Resort & Vila Nusa Dua, Bali. Bapak Anggoro Eko Cahyo ditunjuk sebagai pembicara Plenary 1,  yang membahas topik “Strategi Menghadapi Perubahan Lanskap Bisnis”. Melalui paparannya beliau mendiskusikan strategi dalam memanfaatkan dan menyikapi gelombang transformasi digital yang terus berkembang.

Pada acara yang dihadiri sekitar 500 peserta tersebut, bapak Anggoro menyampaikan, bahwa saat ini kita berada dalam perubahan sangat cepat dan ketidakpastian sangat tinggi, terlebih dampak dari pandemik Covid-19. Menyikapi hal tersebut BPJS Ketenagakerjaan atau juga biasa disebut BPJamsostek melakukan inovasi baru yang bertujuan untuk menjawab kebutuhan peserta dan wujud komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk terus menyediakan pelayanan terbaik.

Dengan pelayanan JMO (Jamsostek Mobile) kini hadir untuk memudahkan peserta dalam memperoleh pelayanan dengan lebih cepat. Berbagai manfaat program, seperti Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan serta kemudahaan layanan. Lebih lanjut, Bapak Anggoro mengajak, bahwa Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bukan menjadi suatu beban, melainkan suatu kebutuhan untuk mewujudkan kesejahteraan dan meningkatkan produktivitas kerja.

Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA) selaku penyelenggara acara menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bapak Anggoro Eko Cahyo dan BPJS Ketenagakerjaan atas partisipasinya memeriahkan acara SNIA 2021.